Jangan asal kurus saja, diet penurunan berat badan yang terlalu ekstrem dapat menyebabkan seorang wanita berhenti mendapatkan menstruasi (amenorrhea). Dampaknya tidak hanya berhenti di situ saja, karena amenorrhea juga dapat meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan lainnya.
Banyak tips-tips diet ketat dan aneka macam pil diet yang menjanjikan penurunan berat badan hanya dalam hitungan hari. Tetapi diet yang ekstrem tersebut justru dapat mendatangkan berbagai masalah kesehatan, apalagi jika telah mengganggu siklus menstruasi wanita.
Berhentinya siklus menstruasi disebut dengan amenorrhea, yang terdiri dari dua jenis yaitu amenorrhea primer dan amenorrhea sekunder. Amenorrhea primer mengacu pada kasus dimana seorang wanita tidak lagi mendapat menstruasi pada usia 16 tahun.
Sedangkan amenorrhea sekunder terjadi bila wanita yang sebelumnya memiliki siklus menstruasi normal, tetapi kemudian berhenti mengalami menstruasi selama 3 sampai 6 bulan atau lebih. Amenorrhea sekunder ini dapat disebabkan karena stres, penggunaan obat-obatan, berkembangnya tumor kelenjar hipofisis, diet yang ekstrem dan olahraga yang terlalu keras.
"Ketika seseorang mengubah pola diet dengan ekstrem, tubuh akan kaget karena perubahan metabolisme dan dapat mempengaruhi sistem reproduksinya," kata Dr. Lee Kao, dokter spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas dari Laurel Fertility Care di San Francisco, seperti dilansir She Knows, Sabtu (2/3/2013).
Ketika diet ketat ekstrem telah menyebabkan amenorrhea, Anda akan mengalami beberapa dampak kesehatan lainnya, antara lain sebagai berikut:
1. Dampak amenorrhea terhadap kesehatan reproduksi
Amenorrhea jangka pendek yang hanya beberapa bulan, tidak menyebabkan masalah yang signifikan pada sistem reproduksi. Namun, jika seorang wanita menjalani program diet yang terlalu berat, bahkan amenorrhea jangka pendek pun dapat menandakan masalah lain, seperti ketidakseimbangan elektrolit dan gangguan sistem reproduksi.
Amenorrhea jangka panjang hingga lebih dari tiga sampai enam bulan dapat menandakan bahwa ovarium tidak berfungsi dengan baik. Selain itu, wanita yang memiliki tingkat estrogen rendah karena indung telurnya tidak berfungsi dengan baik, dapat mengalami gejala menopause dini seperti sulit tidur dan berkeringat di malam hari.
2. Amenorrhea dapat menurunkan kepadatan tulang
Hormon estrogen membantu menyeimbangkan hilangnya kalsium dari tubuh dengan asupan kalsium yang masuk ke tubuh. Tanpa suplai estrogen yang teratur dari ovarium, tubuh akan mengalami kesulitan menyeimbangkan kadar kalsium.
Selain ketidakseimbangan hormon estrogen tersebut, hilangnya kalsium juga dapat dipengaruhi oleh ketidakseimbangan elektrolit, tidak cukup terpapar sinar matahari, kurang makan makanan berkalsium, dan memiliki kebiasaan merokok, adalah faktor risiko osteoporosis.
Jumat, 26 April 2013
Jangan Tunda Diet! Kalau Terlambat, Gemuk Bisa Jadi Permanen!
Selagi masih muda, diet dan olahraga masih bisa diandalkan untuk menurunkan berat badan. Jangan tunggu sampai tua, sebab pada suatu saat kerusakan organ tubuh yang dipicu oleh kegemukan bisa menjadi permanen dan susah dipulihkan.
Kegemukan sejak lama dikaitkan dengan berbagai kerusakan organ seperti jantung dan sistem metabolisme. Karena itu pula, kegemukan diyakini bisa memicu berbagai penyakit kronis seperti gangguan jantung dan pembuluh darah, diabetes mellitus dan juga kanker.
Para ahli menyarankan diet dan olahraga sebagai cara paling jitu untuk menurunkan berat badan sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit tersebut. Di usia muda, penurunan berat badan serta pemiluhan organ-organ yang rusak masih mungkin dilakukan.
Cara jitu menurunkan berat badan?
Namun sebaiknya jangan pernah menunda, sebab penelitian di John Hopkkins University menunjukkan bahwa kerusakan itu bisa menjadi permanen jika sudah terlambat. Selagi masih muda, ada baiknya tidak menunda upaya-upaya untuk menurunkan berat badan.
Penelitian tersebut menunjukkan, kekakuan jantung dan pembuluh darah yang mempengaruhi fungsi diastolik berkurang ketika sekelompok tikus uji berusia muda menjalani program penurunan berat badan. Namun pada kelompok tikus uji yang lebih tua, kekakuan itu tidak berkurang.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa makin lama tikus-tikus itu berada dalam kondisi kegemukan, makin besar risiko kerusakan jantungnya menjadi ireversible (tidak bisa pulih)," kata Dr Madj Al Ghatrif yang melakukan penelitian ini seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (5/3/2013).
Tentunya hasil penelitian ini tidak boleh diartikan sebagai anjuran bagi orang yang sudah terlanjur tua untuk tidak usah berolahraga. Olahraga tetap akan ada manfaatnya, tetapi kalau bisa dimulai sejak sekarang untuk apa ditunda-tuda sampai tua?
Kegemukan sejak lama dikaitkan dengan berbagai kerusakan organ seperti jantung dan sistem metabolisme. Karena itu pula, kegemukan diyakini bisa memicu berbagai penyakit kronis seperti gangguan jantung dan pembuluh darah, diabetes mellitus dan juga kanker.
Para ahli menyarankan diet dan olahraga sebagai cara paling jitu untuk menurunkan berat badan sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit tersebut. Di usia muda, penurunan berat badan serta pemiluhan organ-organ yang rusak masih mungkin dilakukan.
Cara jitu menurunkan berat badan?
Namun sebaiknya jangan pernah menunda, sebab penelitian di John Hopkkins University menunjukkan bahwa kerusakan itu bisa menjadi permanen jika sudah terlambat. Selagi masih muda, ada baiknya tidak menunda upaya-upaya untuk menurunkan berat badan.
Penelitian tersebut menunjukkan, kekakuan jantung dan pembuluh darah yang mempengaruhi fungsi diastolik berkurang ketika sekelompok tikus uji berusia muda menjalani program penurunan berat badan. Namun pada kelompok tikus uji yang lebih tua, kekakuan itu tidak berkurang.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa makin lama tikus-tikus itu berada dalam kondisi kegemukan, makin besar risiko kerusakan jantungnya menjadi ireversible (tidak bisa pulih)," kata Dr Madj Al Ghatrif yang melakukan penelitian ini seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (5/3/2013).
Tentunya hasil penelitian ini tidak boleh diartikan sebagai anjuran bagi orang yang sudah terlanjur tua untuk tidak usah berolahraga. Olahraga tetap akan ada manfaatnya, tetapi kalau bisa dimulai sejak sekarang untuk apa ditunda-tuda sampai tua?
Kamis, 25 April 2013
Efek Samping Obat Pelangsing
Menurunkan berat badan memang bukan perkara mudah. Karena putus asa, tidak sedikit orang yang mengonsumsi obat pelangsing untuk menurunkan bobotnya secara instan. Tapi sebaiknya jangan sembarangan minum obat pelangsing karena banyak efek sampingnya.
Menurunkan berat badan yang sehat seharusnya dilakukan dengan memperbanyak aktivitas fisik disertai dengan makan makanan sehat, bukan dengan cara instan seperti minum obat pelangsing. Salah-salah, tubuh Anda malah jadi rusak dibuatnya.
Berikut beberapa efek samping obat pelangsing yang sering terjadi, mulai dari yang paling ringan hingga berat, seperti dilansir Onlymyhealth, Rabu (3/4/2013):
1. Masalah pencernaan
Efek samping yang paling umum dari obat pelangsing adalah keluhan lambung. Ada blocker lemak yang hadir dalam obat pelangsing dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, gas berlebihan dan bahkan diare.
Sebagian besar elemen juga mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin. Kekurangan vitamin dalam tubuh adalah efek samping yang umum dari obat pelangsing. Karenanya, orang-orang yang mengonsumsi obat pelangsing perlu minum multivitamin tambahan.
2. Supresi rasa lapar
Ada banyak cerita horor yang cukup menunjukkan bagaimana obat pelangsing bisa membunuh. Obat pelangsing biasanya mengandung unsur yang disebut sibutramine, yang memicu sistem saraf simpatik. Ini menekan rasa lapar tetapi juga dapat meningkatkan denyut jantung normal seseorang yang dapat menyebabkan serangan jika tidak terkontrol.
Delirium (gangguan kesadaran), hiperaktif, peningkatan tekanan darah, muka memerah dan insomnia adalah efek samping tambahan dari supresi rasa lapar yang dilakukan oleh obat pelangsing. Bahkan, beberapa orang dilaporkan menderita bekuan darah yang terjadi karena tekanan darah meningkat.
3. Tubuh tidak nyaman
Terlepas dari kenyataan bahwa obat pelangsing dapat mengekspos Anda terhadap bahaya serangan jantung, pil ini juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada tubuh.
Orang yang mengonsumsi pil ini biasanya tidak memiliki kontrol atas buang air besar (BAB). Peningkatan perut kembung dan tinja berminyak juga merupakan beberapa ketidaknyamanan tambahan pada orang-orang yang mengonsumsi obat pelangsing. Efek lainnya, seperti sakit kepala, sakit perut, mulut dan tenggorokan kering, kecanduan dan sembelit.
4. Menopause dini
dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter spesialis ginekologi dari RS Pusat Pertamina menjelaskan pada umumnya obat pelangsing yang dibeli tanpa resep dokter memang dapat membuat perempuan langsing dengan cara instan. Tapi efeknya, obat pelangsing yang sembarangan tersebut dapat menyebabkan perempuan buang air kecil secara berlebihan.
"Nah, kalau si perempuan pipis banyak secara terus-menerus, sirkulasi darah di indung telurnya menjadi terganggu dan rusak. Kalau sudah rusak, indung telur atau ovarium itu nggak bisa diperbaiki lagi, akhirnya bisa-bisa tidak haid dan menjadi menopause di usia muda," tambah dr Frizar
Menurunkan berat badan yang sehat seharusnya dilakukan dengan memperbanyak aktivitas fisik disertai dengan makan makanan sehat, bukan dengan cara instan seperti minum obat pelangsing. Salah-salah, tubuh Anda malah jadi rusak dibuatnya.
Berikut beberapa efek samping obat pelangsing yang sering terjadi, mulai dari yang paling ringan hingga berat, seperti dilansir Onlymyhealth, Rabu (3/4/2013):
1. Masalah pencernaan
Efek samping yang paling umum dari obat pelangsing adalah keluhan lambung. Ada blocker lemak yang hadir dalam obat pelangsing dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, gas berlebihan dan bahkan diare.
Sebagian besar elemen juga mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin. Kekurangan vitamin dalam tubuh adalah efek samping yang umum dari obat pelangsing. Karenanya, orang-orang yang mengonsumsi obat pelangsing perlu minum multivitamin tambahan.
2. Supresi rasa lapar
Ada banyak cerita horor yang cukup menunjukkan bagaimana obat pelangsing bisa membunuh. Obat pelangsing biasanya mengandung unsur yang disebut sibutramine, yang memicu sistem saraf simpatik. Ini menekan rasa lapar tetapi juga dapat meningkatkan denyut jantung normal seseorang yang dapat menyebabkan serangan jika tidak terkontrol.
Delirium (gangguan kesadaran), hiperaktif, peningkatan tekanan darah, muka memerah dan insomnia adalah efek samping tambahan dari supresi rasa lapar yang dilakukan oleh obat pelangsing. Bahkan, beberapa orang dilaporkan menderita bekuan darah yang terjadi karena tekanan darah meningkat.
3. Tubuh tidak nyaman
Terlepas dari kenyataan bahwa obat pelangsing dapat mengekspos Anda terhadap bahaya serangan jantung, pil ini juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada tubuh.
Orang yang mengonsumsi pil ini biasanya tidak memiliki kontrol atas buang air besar (BAB). Peningkatan perut kembung dan tinja berminyak juga merupakan beberapa ketidaknyamanan tambahan pada orang-orang yang mengonsumsi obat pelangsing. Efek lainnya, seperti sakit kepala, sakit perut, mulut dan tenggorokan kering, kecanduan dan sembelit.
4. Menopause dini
dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter spesialis ginekologi dari RS Pusat Pertamina menjelaskan pada umumnya obat pelangsing yang dibeli tanpa resep dokter memang dapat membuat perempuan langsing dengan cara instan. Tapi efeknya, obat pelangsing yang sembarangan tersebut dapat menyebabkan perempuan buang air kecil secara berlebihan.
"Nah, kalau si perempuan pipis banyak secara terus-menerus, sirkulasi darah di indung telurnya menjadi terganggu dan rusak. Kalau sudah rusak, indung telur atau ovarium itu nggak bisa diperbaiki lagi, akhirnya bisa-bisa tidak haid dan menjadi menopause di usia muda," tambah dr Frizar
Rabu, 24 April 2013
10 Tips Sukses Menurunkan Berat Badan
Saat ingin sukses menurunkan berat badan, mungkin Anda akan dibingungkan dengan berbagai masukan tentang metode diet yang tepat serta sesuai dengan kondisi fisik Anda. Ada yang bilang tinggal mengurangi asupan karbohidrat, ada yang bilang berhenti makan di atas jam 7 malam atau bahkan menyuruh Anda untuk makan satu kali dalam sehari. Tapi apakah kesemuanya terbukti efektif untuk Anda?
Beruntung sejumlah pakar gizi berkenan membagi tips terbaiknya untuk menurunkan berat badan tanpa perlu membuat Anda kelaparan atau menghindari hangout dan makan-makan bersama teman-teman Anda. Seperti dilansir today.com, Senin (11/3/2013), berikut tips diet terbaik rekomendasi dari Elizabeth Ward, RD; Lyssie Lakatos, RD; Tammy Lakatos Shames, RD; Christine Avanti CN dan Ashley Koff, RD.
1. Jangan terlalu lapar
Saat orang merasa lapar, ia akan cenderung membuat keputusan yang buruk karena lapar adalah salah satu kebutuhan mendasar manusia yang sulit untuk dihindari. Bahkan orang yang merasa lapar kesulitan untuk menahan keinginannya, apalagi jika harus menunggu atau mencari makanan sehat. Akibatnya mereka akan makan apapun yang ada di hadapannya lalu menyesalinya.
Untuk itu, setiap orang dituntut mampu merencanakan jadwal dan asupan makannya sendiri karena itu dapat mencegah lapar intens yang seringkali menghambat dietnya. Saat ngemil pun selalu sediakan cemilan sehat seperti telur rebus, kripik gandum, yoghurt dan kismis. Selain itu, jangan pernah melewatkan jam makan.
2. Perhatikan calorie budget
Apa itu calorie budget? Ini adalah jumlah kalori yang harus dikonsumsi seseorang setiap harinya agar berat badan yang diinginkannya tercapai. Dengan mengetahui calorie budget masing-masing, setiap orang dapat merencanakan seberapa banyak porsi buah, sayuran, gandum utuh, produk susu rendah lemak dan protein lain yang harus mereka konsumsi setiap harinya.
3. Makan dengan takaran yang tepat setelah berolahraga
Banyak orang yang memprediksi berapa banyak kalori yang mereka bakar selama melakukan aktivitas fisik secara berlebihan padahal kenyataannya belum tentu sebanyak itu. Akibatnya, setelah berolahraga, bisa jadi Anda akan cenderung mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan sehingga mempersulit diet.
Apalagi bagi wanita, olahraga berintensitas tinggi akan mendorongnya untuk makan lebih banyak. Untuk itu, kunci pengendalian berat badan adalah olahraga dengan intensitas sedang diimbangi dengan selalu mengecek kalori yang dibakar selama berolahraga agar Anda tidak makan melebihi yang dibutuhkan setelahnya.
4. Konsumsi bahan makanan berwarna merah, jingga dan hijau
Pada setiap makanan yang Anda konsumsi, usahakan untuk selalu memasukkan salah satu dari bahan makanan dengan tiga warna tersebut. Dengan begitu Anda takkan punya kesempatan untuk memasukkan makanan berkalori tinggi ke dalam pola makan Anda.
5. Mengurangi gigitan
Jika Anda melakukannya setiap kali makan maka Anda akan 'menghemat' 75 kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda perharinya atau setara dengan penurunan berat badan sebanyak 3,6 kilogram pertahunnya.
6. Banyak minum
Secara umum jumlah air yang direkomendasikan untuk dikonsumsi per harinya adalah 64 ons. Jumlah ini akan memenuhi perut Anda sehingga Anda akan merasa lebih kenyang meski mengonsumsi kalori lebih sedikit dari sebelumnya.
7. Kurangi garam
Garam adalah salah satu kontributor terbesar untuk penambahan berat badan sekaligus menjadi alasan mengapa orang kesulitan untuk menurunkan berat badannya. Garam juga membuat seseorang menjadi mudah merasa lapar dan haus, jadi sebelum mengonsumsi makanan apapun, cek terlebih dulu kandungan sodiumnya pada label makanan. Jika tidak, pilihlah bahan makanan yang masih segar.
Hanya dengan mengurangi asupan sodium dan memilih makanan yang lebih alami, dijamin perut Anda akan mulai rata dengan cepat.
8. Pilih makanan pedas
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition, menambahkan sambal atau rempah-rempah yang pedas ke dalam makanan akan membantu membatasi rasa lapar.
Selain itu, tim peneliti dari State University of New York, Buffalo juga mengungkapkan bahwa kapsaisin (senyawa yang terkandung dalam cabe) memicu otak untuk melepaskan endorfin atau hormon yang menyebabkan munculnya perasaan kenyang dan puas.
9. Diet soda takkan membantu Anda menurunkan berat badan
Studi yang University of Texas Health Science Center mengungkap makin banyak soda yang diminum seseorang, makin besar risikonya untuk mengalami kelebihan berat badan. Bahkan mengonsumsi dua kaleng soda atau lebih dalam sehari dapat menambah lingkar pinggang hingga 500 persen.
Kok bisa? Menurut peneliti dari Purdue University, pemanis buatan dapat mengganggu kemampuan alami tubuh untuk mengatur asupan kalori berdasarkan tingkat kemanisan makanannya. Artinya orang yang mengonsumsi makanan semacam itu lebih cenderung untuk makan berlebihan karena tubuhnya 'dimanipulasi' untuk berpikir bahwa mereka sedang mengonsumsi gula hingga akhirnya ketagihan.
Studi lain juga menemukan hanya mengonsumsi satu diet soda perhari saja sudah dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik sebesar 34 persen. Sindrom metabolik sendiri merupakan sekumpulan gejala, termasuk lemak perut dan kadar kolesterol tinggi yang memunculkan risiko penyakit jantung pada seseorang.
10. Lebih fokus pada keseimbangan gizi daripada hitungan kalori
Daripada hanya menghitung jumlah kalorinya, pastikan makanan Anda selalu mengandung karbohidrat, protein dan lemak. Pasalnya kombinasi itu akan memberikan asupan energi yang lebih baik sekaligus menurunkan lebih banyak lemak karena ketiganya memberi apa yang dibutuhkan oleh tubuh berupa nutrisi yang dapat dicerna lebih lama sehingga rasa kenyangnya bertahan lebih lama.
Beruntung sejumlah pakar gizi berkenan membagi tips terbaiknya untuk menurunkan berat badan tanpa perlu membuat Anda kelaparan atau menghindari hangout dan makan-makan bersama teman-teman Anda. Seperti dilansir today.com, Senin (11/3/2013), berikut tips diet terbaik rekomendasi dari Elizabeth Ward, RD; Lyssie Lakatos, RD; Tammy Lakatos Shames, RD; Christine Avanti CN dan Ashley Koff, RD.
1. Jangan terlalu lapar
Saat orang merasa lapar, ia akan cenderung membuat keputusan yang buruk karena lapar adalah salah satu kebutuhan mendasar manusia yang sulit untuk dihindari. Bahkan orang yang merasa lapar kesulitan untuk menahan keinginannya, apalagi jika harus menunggu atau mencari makanan sehat. Akibatnya mereka akan makan apapun yang ada di hadapannya lalu menyesalinya.
Untuk itu, setiap orang dituntut mampu merencanakan jadwal dan asupan makannya sendiri karena itu dapat mencegah lapar intens yang seringkali menghambat dietnya. Saat ngemil pun selalu sediakan cemilan sehat seperti telur rebus, kripik gandum, yoghurt dan kismis. Selain itu, jangan pernah melewatkan jam makan.
2. Perhatikan calorie budget
Apa itu calorie budget? Ini adalah jumlah kalori yang harus dikonsumsi seseorang setiap harinya agar berat badan yang diinginkannya tercapai. Dengan mengetahui calorie budget masing-masing, setiap orang dapat merencanakan seberapa banyak porsi buah, sayuran, gandum utuh, produk susu rendah lemak dan protein lain yang harus mereka konsumsi setiap harinya.
3. Makan dengan takaran yang tepat setelah berolahraga
Banyak orang yang memprediksi berapa banyak kalori yang mereka bakar selama melakukan aktivitas fisik secara berlebihan padahal kenyataannya belum tentu sebanyak itu. Akibatnya, setelah berolahraga, bisa jadi Anda akan cenderung mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan sehingga mempersulit diet.
Apalagi bagi wanita, olahraga berintensitas tinggi akan mendorongnya untuk makan lebih banyak. Untuk itu, kunci pengendalian berat badan adalah olahraga dengan intensitas sedang diimbangi dengan selalu mengecek kalori yang dibakar selama berolahraga agar Anda tidak makan melebihi yang dibutuhkan setelahnya.
4. Konsumsi bahan makanan berwarna merah, jingga dan hijau
Pada setiap makanan yang Anda konsumsi, usahakan untuk selalu memasukkan salah satu dari bahan makanan dengan tiga warna tersebut. Dengan begitu Anda takkan punya kesempatan untuk memasukkan makanan berkalori tinggi ke dalam pola makan Anda.
5. Mengurangi gigitan
Jika Anda melakukannya setiap kali makan maka Anda akan 'menghemat' 75 kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda perharinya atau setara dengan penurunan berat badan sebanyak 3,6 kilogram pertahunnya.
6. Banyak minum
Secara umum jumlah air yang direkomendasikan untuk dikonsumsi per harinya adalah 64 ons. Jumlah ini akan memenuhi perut Anda sehingga Anda akan merasa lebih kenyang meski mengonsumsi kalori lebih sedikit dari sebelumnya.
7. Kurangi garam
Garam adalah salah satu kontributor terbesar untuk penambahan berat badan sekaligus menjadi alasan mengapa orang kesulitan untuk menurunkan berat badannya. Garam juga membuat seseorang menjadi mudah merasa lapar dan haus, jadi sebelum mengonsumsi makanan apapun, cek terlebih dulu kandungan sodiumnya pada label makanan. Jika tidak, pilihlah bahan makanan yang masih segar.
Hanya dengan mengurangi asupan sodium dan memilih makanan yang lebih alami, dijamin perut Anda akan mulai rata dengan cepat.
8. Pilih makanan pedas
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition, menambahkan sambal atau rempah-rempah yang pedas ke dalam makanan akan membantu membatasi rasa lapar.
Selain itu, tim peneliti dari State University of New York, Buffalo juga mengungkapkan bahwa kapsaisin (senyawa yang terkandung dalam cabe) memicu otak untuk melepaskan endorfin atau hormon yang menyebabkan munculnya perasaan kenyang dan puas.
9. Diet soda takkan membantu Anda menurunkan berat badan
Studi yang University of Texas Health Science Center mengungkap makin banyak soda yang diminum seseorang, makin besar risikonya untuk mengalami kelebihan berat badan. Bahkan mengonsumsi dua kaleng soda atau lebih dalam sehari dapat menambah lingkar pinggang hingga 500 persen.
Kok bisa? Menurut peneliti dari Purdue University, pemanis buatan dapat mengganggu kemampuan alami tubuh untuk mengatur asupan kalori berdasarkan tingkat kemanisan makanannya. Artinya orang yang mengonsumsi makanan semacam itu lebih cenderung untuk makan berlebihan karena tubuhnya 'dimanipulasi' untuk berpikir bahwa mereka sedang mengonsumsi gula hingga akhirnya ketagihan.
Studi lain juga menemukan hanya mengonsumsi satu diet soda perhari saja sudah dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik sebesar 34 persen. Sindrom metabolik sendiri merupakan sekumpulan gejala, termasuk lemak perut dan kadar kolesterol tinggi yang memunculkan risiko penyakit jantung pada seseorang.
10. Lebih fokus pada keseimbangan gizi daripada hitungan kalori
Daripada hanya menghitung jumlah kalorinya, pastikan makanan Anda selalu mengandung karbohidrat, protein dan lemak. Pasalnya kombinasi itu akan memberikan asupan energi yang lebih baik sekaligus menurunkan lebih banyak lemak karena ketiganya memberi apa yang dibutuhkan oleh tubuh berupa nutrisi yang dapat dicerna lebih lama sehingga rasa kenyangnya bertahan lebih lama.
Senin, 22 April 2013
Yang Harus Diperhatikan Sebelum Diet
Diet tak seharusnya membuat tubuh kelaparan. Asupan nutrisi harus dijaga untuk membuat tubuh tetap bugar. Sayangnya, tidak semua orang mengetahui kebutuhan nutrisi dirinya.
Setiap orang memiliki kebutuhan asupan nutrisi yang berbeda. Kebutuhan asupan nutrisi akan menentukan bagaimana cara menjalani diet. asupan nutrisi juga menjadi bahan evaluasi apakah tubuh mendapat asupan yang cukup.
Berikut hal yang harus diperhatikan sebelum menjalani diet :
1. Diet harus memenuhi kebutuhan kalori
Kebutuhan kalori dipengaruhi banyak faktor seperti, tujuan diet, komposisi tubuh, usia, tingkat aktivitas, dan jenis kelamin. Apabila tujuan diet menurunkan berat badan maka tubuh tidak membutuhkan banyak asupan kalori.
Kalori berlebih akan menjadi lemak yang justru menaikkan berat badan. Sedangkan bila tujuan diet menaikkan berat badan, maka asupan kalori harus ditingkatkan.
2. Kebutuhan makronutrien tercukupi
Makronutrien adalah zat yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar, yaitu protein, karbohidrat, dan lemak. Jumlah asupan untuk tiap orang tentu berbeda.
Apapun tujuan diet, kebutuhan makronutrien harus tercukupi. Bila makronutrien kurang, diet tidak akan memberi hasil maksimal. Makronutrien juga berperan dalam membantu pertumbuhan, meningkatkan metabolisme, dan mengatur fungsi tubuh.
3. Dilarang melewatkan mikronutrien
Mikronutrien terdiri dari vitamin dan mineral yang tidak dapat diproduksi tubuh. Zat ini bisa didapatkan dari sayur dan buah segar. Mikronutrien diperlukan tubuh dalam jumlah kecil. Biasanya kurang dari 100 mikrogram per hari.
Mironutrien memiliki peran yang tak kalah penting dibanding makroprotein. Kekurangan mikro protein bisa menjadi ancaman serius. Kekurangan vitamin C berefek pada menurunnya daya tubuh, akibatnya bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit lebih mudah masuk. Kekurangan mineral penting seperti zinc dan zat besi menyebabkan anemia dan mudah lelah.
4. Konsisten
Diet yang tidak konsisten akan sia-sia. Karena itu sebelum berdiet sebaiknya dipikirkan, apakah metode diet sesuai dengan kebutuhan nutrisi. Jangan sampai diet berujung penyiksaan pada diri sendiri.
Setiap orang memiliki kebutuhan asupan nutrisi yang berbeda. Kebutuhan asupan nutrisi akan menentukan bagaimana cara menjalani diet. asupan nutrisi juga menjadi bahan evaluasi apakah tubuh mendapat asupan yang cukup.
Berikut hal yang harus diperhatikan sebelum menjalani diet :
1. Diet harus memenuhi kebutuhan kalori
Kebutuhan kalori dipengaruhi banyak faktor seperti, tujuan diet, komposisi tubuh, usia, tingkat aktivitas, dan jenis kelamin. Apabila tujuan diet menurunkan berat badan maka tubuh tidak membutuhkan banyak asupan kalori.
Kalori berlebih akan menjadi lemak yang justru menaikkan berat badan. Sedangkan bila tujuan diet menaikkan berat badan, maka asupan kalori harus ditingkatkan.
2. Kebutuhan makronutrien tercukupi
Makronutrien adalah zat yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar, yaitu protein, karbohidrat, dan lemak. Jumlah asupan untuk tiap orang tentu berbeda.
Apapun tujuan diet, kebutuhan makronutrien harus tercukupi. Bila makronutrien kurang, diet tidak akan memberi hasil maksimal. Makronutrien juga berperan dalam membantu pertumbuhan, meningkatkan metabolisme, dan mengatur fungsi tubuh.
3. Dilarang melewatkan mikronutrien
Mikronutrien terdiri dari vitamin dan mineral yang tidak dapat diproduksi tubuh. Zat ini bisa didapatkan dari sayur dan buah segar. Mikronutrien diperlukan tubuh dalam jumlah kecil. Biasanya kurang dari 100 mikrogram per hari.
Mironutrien memiliki peran yang tak kalah penting dibanding makroprotein. Kekurangan mikro protein bisa menjadi ancaman serius. Kekurangan vitamin C berefek pada menurunnya daya tubuh, akibatnya bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit lebih mudah masuk. Kekurangan mineral penting seperti zinc dan zat besi menyebabkan anemia dan mudah lelah.
4. Konsisten
Diet yang tidak konsisten akan sia-sia. Karena itu sebelum berdiet sebaiknya dipikirkan, apakah metode diet sesuai dengan kebutuhan nutrisi. Jangan sampai diet berujung penyiksaan pada diri sendiri.
Senin, 31 Desember 2012
Cara Meningkatkan Produksi ASI
Mengapa Bunda perlu tahu cara meningkatkan produksi ASI?
Bila berat badan si kecil tidak bertambah atau berkurang dan dia memakai kurang dari 6-8 popok kain selama sehari, ada kemungkinan asupan ASI-nya tidak mencukupi. Salah satu penyebab kurangnya asupan ASI yang diterima si kecil adalah kurangnya produksi ASI Bunda.
Simak beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk meningkatkan produksi ASI:
1. Tingkatkan frekuensi menyusui menjadi sedikitnya dua jam sekali di siang hari dan minimal empat jam sekali pada malam hari. Bila berat badan bayi sulit naik, tingkatkan frekuensinya menjadi setiap 1.5 jam sekali pada siang hari dan tiga jam sekali di malam hari. Semakin sering Bunda menyusui, semakin banyak pula produksi ASI di tubuh Bunda.
2. Jangan menunggu sampai payudara Bunda terasa penuh sebelum memberikan ASI kepada si kecil. Bunda masih tetap memiliki cadangan ASI bahkan ketika payudara terasa ‘kosong’. Selain itu, kadar lemak dalam ASI akan semakin tinggi bila jarak antara waktu menyusui lebih pendek, sehingga akan membantu bertambahnya berat badan si kecil.
3. Memperpanjang durasi waktu Bunda menyusui si kecil juga dapat membantu meningkatkan produksi ASI.
4. Pastikan posisi menyusui sudah nyaman dan efisien agar si kecil bisa mendapatkan ASI dengan maksimal. ASI yang tidak tersalurkan dengan baik akan berakibat pada berkurangnya produksi ASI.
5. Habiskan waktu bersama si kecil selama 2-3 hari di mana Bunda tidak melakukan apapun kecuali menyusui dan beristirahat.
6. Susui si kecil dengan kedua payudara Bunda secara bergantian
7. Saat menyusui, lepaskan pakaian si kecil hingga dia hanya menggunakan popok. Kontak kulit antara Bunda dan si kecil membantu menstimulasi bayi yang sering mengantuk dan malas menyusui, sehingga dia akan menyusui lebih lama dan lebih banyak. Agar si kecil tidak kedinginan, jangan lupa untuk memakai selimut dan susui si kecil di ruangan yang tidak berangin.
8. Hindari penggunaan dot dan botol. Bila Bunda tidak bisa menyusui secara langsung, berikan ASI dengan sendok atau pipet.
9. Bila si kecil berumur di bawah 6 bulan, hanya berikan dia ASI saja tanpa makanan tambahan. Bila si kecil sudah berumur lebih dari 6 bulan, pertimbangkan untuk mengurangi porsi MPASI yang Bunda berikan. Bila Bunda memberikan susu formula tambahan kepada si kecil, kurangi porsinya secara perlahan-lahan.
10. Jaga kesehatan dan kondisi tubuh Bunda. Beristirahatlah yang cukup, minum banyak cairan ketika Bunda membutuhkannya, serta jaga pola makan yang sehat dan seimbang. Makanan yang kaya protein dan kalsium berpengaruh positif pada produksi ASI Bunda.
11. Pompa ASI Bunda di antara waktu menyusui. Ini juga dapat membantu meningkatkan produksi ASI.
12. Hindari stres. Bila Bunda terlalu lelah atau merasa jenuh, minta bantuan keluarga atau orang lain untuk membantu Bunda menyelesaikan pekerjaan rumah agar Bunda memiliki waktu untuk beristirahat, bersantai, dan melakukan hobi yang Bunda sukai. Hal sesederhana berendam di air hangat selama 15 menit pun bisa membantu Bunda merasa lebih segar. Stress adalah salah satu penyebab produksi ASI Bunda menjadi berkurang.
13. Bila Bunda merasa semua hal di atas masih belum berhasil meningkatkan produksi ASI, pertimbangkan untuk mendatangi konsultan laktasi untuk mengetahui secara pasti apakah produksi ASI Bunda masih kurang, apa penyebabnya, dan apa solusi terbaiknya.
Semoga tips cara meningkatkan produksi ASI di atas bermanfaat.
Sebenarnya sangat jarang seorang Bunda tidak bisa memberikan ASI yang cukup untuk bayinya. Tubuh Bunda sudah mampu memberikan nutrisi yang cukup untuk si kecil selama masa kehamilan, sehingga seharusnya saat menyusui pun Bunda akan berhasil memberikan yang terbaik untuk si kecil.
Bila berat badan si kecil tidak bertambah atau berkurang dan dia memakai kurang dari 6-8 popok kain selama sehari, ada kemungkinan asupan ASI-nya tidak mencukupi. Salah satu penyebab kurangnya asupan ASI yang diterima si kecil adalah kurangnya produksi ASI Bunda.
Simak beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk meningkatkan produksi ASI:
1. Tingkatkan frekuensi menyusui menjadi sedikitnya dua jam sekali di siang hari dan minimal empat jam sekali pada malam hari. Bila berat badan bayi sulit naik, tingkatkan frekuensinya menjadi setiap 1.5 jam sekali pada siang hari dan tiga jam sekali di malam hari. Semakin sering Bunda menyusui, semakin banyak pula produksi ASI di tubuh Bunda.
2. Jangan menunggu sampai payudara Bunda terasa penuh sebelum memberikan ASI kepada si kecil. Bunda masih tetap memiliki cadangan ASI bahkan ketika payudara terasa ‘kosong’. Selain itu, kadar lemak dalam ASI akan semakin tinggi bila jarak antara waktu menyusui lebih pendek, sehingga akan membantu bertambahnya berat badan si kecil.
3. Memperpanjang durasi waktu Bunda menyusui si kecil juga dapat membantu meningkatkan produksi ASI.
4. Pastikan posisi menyusui sudah nyaman dan efisien agar si kecil bisa mendapatkan ASI dengan maksimal. ASI yang tidak tersalurkan dengan baik akan berakibat pada berkurangnya produksi ASI.
5. Habiskan waktu bersama si kecil selama 2-3 hari di mana Bunda tidak melakukan apapun kecuali menyusui dan beristirahat.
6. Susui si kecil dengan kedua payudara Bunda secara bergantian
7. Saat menyusui, lepaskan pakaian si kecil hingga dia hanya menggunakan popok. Kontak kulit antara Bunda dan si kecil membantu menstimulasi bayi yang sering mengantuk dan malas menyusui, sehingga dia akan menyusui lebih lama dan lebih banyak. Agar si kecil tidak kedinginan, jangan lupa untuk memakai selimut dan susui si kecil di ruangan yang tidak berangin.
8. Hindari penggunaan dot dan botol. Bila Bunda tidak bisa menyusui secara langsung, berikan ASI dengan sendok atau pipet.
9. Bila si kecil berumur di bawah 6 bulan, hanya berikan dia ASI saja tanpa makanan tambahan. Bila si kecil sudah berumur lebih dari 6 bulan, pertimbangkan untuk mengurangi porsi MPASI yang Bunda berikan. Bila Bunda memberikan susu formula tambahan kepada si kecil, kurangi porsinya secara perlahan-lahan.
10. Jaga kesehatan dan kondisi tubuh Bunda. Beristirahatlah yang cukup, minum banyak cairan ketika Bunda membutuhkannya, serta jaga pola makan yang sehat dan seimbang. Makanan yang kaya protein dan kalsium berpengaruh positif pada produksi ASI Bunda.
11. Pompa ASI Bunda di antara waktu menyusui. Ini juga dapat membantu meningkatkan produksi ASI.
12. Hindari stres. Bila Bunda terlalu lelah atau merasa jenuh, minta bantuan keluarga atau orang lain untuk membantu Bunda menyelesaikan pekerjaan rumah agar Bunda memiliki waktu untuk beristirahat, bersantai, dan melakukan hobi yang Bunda sukai. Hal sesederhana berendam di air hangat selama 15 menit pun bisa membantu Bunda merasa lebih segar. Stress adalah salah satu penyebab produksi ASI Bunda menjadi berkurang.
13. Bila Bunda merasa semua hal di atas masih belum berhasil meningkatkan produksi ASI, pertimbangkan untuk mendatangi konsultan laktasi untuk mengetahui secara pasti apakah produksi ASI Bunda masih kurang, apa penyebabnya, dan apa solusi terbaiknya.
Semoga tips cara meningkatkan produksi ASI di atas bermanfaat.
Sebenarnya sangat jarang seorang Bunda tidak bisa memberikan ASI yang cukup untuk bayinya. Tubuh Bunda sudah mampu memberikan nutrisi yang cukup untuk si kecil selama masa kehamilan, sehingga seharusnya saat menyusui pun Bunda akan berhasil memberikan yang terbaik untuk si kecil.
Minggu, 02 Desember 2012
Obesitas pada Kehamilan; Hati-hati Diabetes!
Apakah saat ini Anda sedang hamil dan berat badan Anda meningkat dengan drastis? Hati-hati, karena mungkin saja Anda terkena penyakit diabetes pada kehamilan atau gestational diabetes.
Peningkatan berat badan yang drastis terutama pada trimester pertama kehamilan akan meningkatkan pula resiko terjadinya diabetes pada kehamilan antara 50 sampai 60%. Memang normal bila seorang ibu hamil mengalami penambahan berat badan seiring dengan bertambahnya umur kehamilan. Masalah timbul jika penambahan berat badan terjadi secara berlebihan dari minggu ke minggu.
Memang ada yang mengatakan bahwa perempuan yang menderita diabetes pada kehamilan akan kembali sehat setelah melahirkan. Namun studi terbaru di Amerika menyebutkan bahwa perempuan ini juga rentan terkena diabetes tipe 2 akibat perubahan pola resistensi hormon insulin yang ada dalam tubuhnya. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita diabetes pada kehamilan akan beresiko menjadi gemuk dan menderita diabetes pada usia muda.
Bagaimana cara mencegah terjadinya penyakit diabetes pada kehamilan? Mencegah terjadinya diabetes pada kehamilan sebenarnya suatu upaya agar pertambahan berat badan saat hamil berlangsung secara normal. Berikut beberapa tips agar pertambahan berat badan pada ibu hamil tidak mengarah ke penyakit diabetes pada kehamilan :
Peningkatan berat badan yang drastis terutama pada trimester pertama kehamilan akan meningkatkan pula resiko terjadinya diabetes pada kehamilan antara 50 sampai 60%. Memang normal bila seorang ibu hamil mengalami penambahan berat badan seiring dengan bertambahnya umur kehamilan. Masalah timbul jika penambahan berat badan terjadi secara berlebihan dari minggu ke minggu.
Memang ada yang mengatakan bahwa perempuan yang menderita diabetes pada kehamilan akan kembali sehat setelah melahirkan. Namun studi terbaru di Amerika menyebutkan bahwa perempuan ini juga rentan terkena diabetes tipe 2 akibat perubahan pola resistensi hormon insulin yang ada dalam tubuhnya. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita diabetes pada kehamilan akan beresiko menjadi gemuk dan menderita diabetes pada usia muda.
Bagaimana cara mencegah terjadinya penyakit diabetes pada kehamilan? Mencegah terjadinya diabetes pada kehamilan sebenarnya suatu upaya agar pertambahan berat badan saat hamil berlangsung secara normal. Berikut beberapa tips agar pertambahan berat badan pada ibu hamil tidak mengarah ke penyakit diabetes pada kehamilan :
- Makanlah makanan yang sehat secara teratur dan porsi cukup selama kehamilan.
- Jangan lupa mengkonsumsi makanan ringan atau kudapan diantara waktu makan.
- Kurangi atau hindari mengkonsumsi makanan yang manis manis atau mengandung pemanis.
- Kurangi konsumsi makanan berlemak. Berolahragalah sekurang kurangnya 30 menit secara teratur tiap hari.
- Sebelum memutuskan berolah raga, konsultasikanlah ke dokter kandungan Anda, kira kira olahraga apa yang cocok untuk kehamilan Anda.
Langganan:
Postingan (Atom)
